Rabu, 02 November 2011

Aura Nasionalisme


Mungkin kita sering mendengar kata “Nasionalisme”. Tetapi apakah sebenarnya arti dari kata Nasionalisme itu ?
Nasionalisme adalah perasaan cinta dan bangga terhadap tanah air dan bangsanya tanpa memandang bangsa lain lebih rendah dari bangsa dan negaranya. Ada juga yang menyebutnya dengan chauvinisme.
Tanpa nasionalisme, lajur sejarah manusia akan berbeda sama sekali. Berakhirnya perang dingin dan semakin merebaknya gagasan dan budaya globalisme (internasionalisme) pada dekade 1990-an hingga sekarang, khususnya dengan adanya teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang dengan sangat akseleratif, tidak dengan serta-merta membawa lagu kematian bagi nasionalisme.
Namun faktanya pada jaman sekarang sepertinya sudah tidak ada lagi jiwa nasionalis yang dapat ditunjukan kita, kita seakan malah menganggap remeh mereka para pejuang yang telah berjasa kepada kita. Hal ini dapat kita buktikan bahwa pemerintah tetrkesan kurang memperhatikan nasib para veteran.
Kita seakan tenggelam, dalam gemerlapnya harta yang ,menjadikan kita menjadi sangat jauh dengan mental nasional kita. Banyak diantara kita yang rela menjual tanah airnya, hanya karena sedikit kemewahan dari negeri orang. Mereka justru membangga-banggakan negeri orang lain di banding negrinya sendiri.
Dampak negative  yaitu antara lain adalah bangsa Indonesia justru akan lebih tertinggal dengan Negara lain, sebab warga negaranya yang diharapkan dapat mendukung perkembangan tekhnologi di Indonesia malah justru meninggalkanya dan lari kepada Negara lain yang lebih maju. Dalam hal ini bangsa Indonesia terkesan egois, dan secara kasar warganya dapat dikatakan sebagai PENGHIANAT BANGSA.
Jadi jangan sampai kita sebagai generasi penerus bangsa dapat di katakana sebagai “penghianat bangsa”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar